Pelajari cara menggunakan buzzer Arduino Uno (aktif) untuk membuat bunyi bip sederhana secara on/off. Termasuk wiring, kode, dan fungsi buzzer di Arduino.
Buzzer adalah komponen elektronik yang berfungsi mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Buzzer biasa sering digunakan sebagai indikator atau alarm yang menandakan proses selesai atau terjadi kesalahan. Buzzer terbagi menjadi dua jenis, yaitu aktif dan pasif. Buzzer aktif sudah memiliki rangkaian penghasil nada, sehingga cukup diberi tegangan untuk berbunyi. Artinya, kita dapat menghidup-matikan buzzer aktif seperti menyalakan LED dengan sinyal ON/OFF. Sebaliknya, buzzer pasif membutuhkan perubahan frekuensi (contoh: fungsi tone) agar mengeluarkan suara. Pada panduan ini kita fokus pada buzzer aktif (non-piezo) yang cukup dihubungkan ke pin digital Arduino dan GND untuk menghasilkan suara bip.
Rangkaian (Wiring) Buzzer

Untuk menyambungkan buzzer aktif, hubungkan kaki positif buzzer (biasanya dilabel “+” atau berwarna merah) ke salah satu pin digital Arduino (misalnya pin 1), lalu sambungkan kaki negatif buzzer (“–” atau berwarna hitam) ke pin GND Arduino. Karena buzzer ini sudah aktif, kita tidak perlu menggunakan resistor tambahan. Berikut tabel koneksi pin Arduino ke buzzer:
| Pin Arduino | Kaki Buzzer |
|---|---|
| D1 (digital 1) | Positif (+, merah) |
| GND | Negatif (-, hitam) |
Pada tabel di atas, kabel merah dari buzzer terhubung ke pin D1 Arduino, dan kabel hitam buzzer ke GND. Selanjutnya, kita akan menulis kode untuk mengontrol buzzer ini.
Contoh Kode Program
const int buzzerPin = 1; // Pin buzzer (digital 1)
void setup() {
pinMode(buzzerPin, OUTPUT); // Set pin buzzer sebagai OUTPUT
}
void loop() {
buzzer_bip(); // Menghasilkan satu bunyi bip
delay(1000); // Tunggu 1 detik
buzzer_bipbip(); // Menghasilkan dua bunyi bip
delay(1000); // Tunggu 1 detik
}
// Fungsi mengaktifkan buzzer terus menerus
void buzzer_on() {
digitalWrite(buzzerPin, HIGH);
}
// Fungsi mematikan buzzer
void buzzer_off() {
digitalWrite(buzzerPin, LOW);
}
// Fungsi menghasilkan satu bunyi bip pendek
void buzzer_bip() {
buzzer_on(); // Nyalakan buzzer
delay(200); // Durasi bunyi
buzzer_off(); // Matikan buzzer
}
// Fungsi menghasilkan dua bunyi bip beruntun
void buzzer_bipbip() {
buzzer_bip(); // Bip pertama
delay(200); // Jeda antar bip
buzzer_bip(); // Bip kedua
}
Kode di atas menggunakan empat fungsi utama (buzzer_on(), buzzer_off(), buzzer_bip(), buzzer_bipbip()) untuk mengontrol buzzer. Pada bagian setup(), kita mendefinisikan buzzerPin sebagai OUTPUT agar Arduino bisa memberikan sinyal ke buzzer.
Setelah itu, pada loop(), kita memanggil fungsi buzzer_bip() untuk satu kali suara bip, diikuti buzzer_bipbip() untuk dua kali suara bip. Fungsi delay(1000) digunakan untuk memberi jeda antar suara. Lalu, siklus ini diulang terus selama Arduino menyala.
Penjelasan Fungsi
buzzer_on()– Mengirimkan logika HIGH ke pin buzzer, sehingga buzzer berbunyi terus menerus sampai dimatikan.buzzer_off()– Mengirimkan logika LOW ke pin buzzer, sehingga bunyi buzzer berhenti.buzzer_bip()– Menggunakanbuzzer_on()selama sejenak (misalnya 200 ms), lalubuzzer_off(), sehingga menghasilkan satu bunyi bip pendek.buzzer_bipbip()– Memanggilbuzzer_bip()dua kali beruntun dengan jeda singkat di antaranya, menghasilkan dua bunyi bip seperti “bip… bip”.
Pertama-tama di setup(), kita menyiapkan pin buzzer sebagai output. Kemudian pada loop(), kita secara bergantian memanggil buzzer_bip() lalu buzzer_bipbip(), dan memberi jeda antar pemanggilan. Dengan demikian, Arduino secara berulang menyalakan dan mematikan buzzer sesuai fungsi-fungsi di atas. Transisi HIGH-LOW pada pin mengatur bunyi buzzer tanpa perlu sinyal PWM.
Langkah Pengujian Buzzer
- Persiapkan Perangkat: Hubungkan Arduino Uno ke komputer dengan kabel USB. Pastikan kabel buzzer terpasang sesuai diagram (pin D1 ke + buzzer, GND ke – buzzer).
- Upload Kode: Kemudian, unggah kode program di atas ke Arduino menggunakan Arduino IDE. Jika kompilasi dan upload berhasil, Arduino mulai menjalankan
loop(). - Dengar Suara: Setelah itu, kamu akan mendengar buzzer menghasilkan suara bip satu kali, diikuti dua kali bip secara berulang dengan jeda sekitar 1 detik (sesuai delay pada program).
- Verifikasi Hasil: Jika buzzer tidak berbunyi, periksa kembali sambungan kabel. Lalu pastikan
buzzerPindi kode sesuai dengan pin tempat buzzer terhubung.
Pada saat pengujian, suara bip Arduino yang dihasilkan akan terdengar jelas. Pastikan volume komputer dimatikan agar tidak mengira suara berasal dari speaker.
Penutup
Penggunaan buzzer aktif dalam proyek Arduino sangat berguna sebagai alat notifikasi. Buzzer dapat memberi suara bip Arduino yang sederhana ketika suatu event terjadi, misalnya tombol ditekan, sensor mendeteksi sesuatu, atau proses telah selesai. Akhirnya, buzzer memungkinkan Anda membuat sistem alarm atau pemberitahuan yang efektif dengan cara yang mudah dan murah. Dengan belajar membuat bunyi dengan Arduino, fitur sederhana ini akan meningkatkan interaktivitas proyek Anda secara signifikan
Diskusi lebih lanjut kontak di bawah :

Media sosial lainnya :
Baca juga :





